- Diposting oleh : MI Ma'arif Gintungreja
- pada tanggal : 10/21/2025
Kelahiran, Keluarga, dan Wafat
Muhammad Hasyim, nama kecil beliau, dilahirkan pada di Jombang, Jawa Timur. Beliau adalah putra ketiga dari pasangan Kiai Asy'ari dan Nyai Halimah, dari keluarga pesantren yang agamis.
Pendidikan dan Perjalanan Intelektual
Sejak kecil beliau belajar langsung kepada ayah dan kakeknya, lalu menimba ilmu di berbagai pesantren di Jawa dan Madura. Pada tahun 1892, beliau berangkat ke Mekkah dan berguru kepada ulama besar seperti Syekh Mahfudz at-Tarmasi dan Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi.
Peran Sentral dalam Sejarah Bangsa
Pendirian Pesantren Tebuireng (1899)
Pada 3 Agustus 1899, KH. Hasyim Asy'ari mendirikan Pesantren Tebuireng di Jombang yang kini menjadi salah satu pesantren terbesar di Indonesia.
Kelahiran Nahdlatul Ulama (1926)
Pada 31 Januari 1926, beliau memprakarsai berdirinya Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia, dan diangkat sebagai Rais Akbar pertama.
Resolusi Jihad (1945)
Pada 22 Oktober 1945, beliau mengeluarkan fatwa Resolusi Jihad yang menyerukan wajibnya umat Islam berperang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Fatwa ini menjadi dasar semangat pertempuran 10 November di Surabaya.
Karya dan Pemikiran
KH. Hasyim Asy'ari meninggalkan banyak karya, di antaranya Adab al-'Alim wa al-Muta'allim, Risalah Ahlussunnah wal Jama'ah, dan Al-Qanun al-Asasi.
| Judul | Deskripsi | Tema |
|---|---|---|
| Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim | Etika guru dan murid dalam mencari ilmu. | Pendidikan |
| Risalah Ahlussunnah wal Jama'ah | Menegaskan ajaran Aswaja. | Akidah |
| Al-Qanun al-Asasi | Dasar ideologi NU. | Organisasi |
Warisan Abadi
Warisan terbesar beliau adalah Nahdlatul Ulama dan Pesantren Tebuireng. Keduanya terus menjadi penjaga Islam moderat di Indonesia. Atas jasa-jasanya, beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 17 November 1964.